Manusia
dan Pandangan Hidup
1.
Pengertian pandangan hidup
Pandangan hidup adalah nilai-nilai
yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para
individu dan golongan di dalam masyarakat (Koentjaraningrat, 1980). Pandangan
hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup.
Sistem nilai budaya
sering juga disebut pandangan hidup bagi manusia yang menganutnya. Apabila
“sistem nilai” merupakan pedoman hidup yang dianut oleh sebagian besar warga
masyarakat, “pandangan hidup” merupakan suatu sistem pedoman yang dianut oleh
golongan-golongan atau individu-individu di dalam masyarakat. Oleh karena itu,
hanya ada pandangan hidup golongan atau individu tertentu, tetapi tidak ada pandangan
hidup seluruh masyarakat.
2.
Macam-macam sumber pandangan hidup
1) Pandangan
hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.
2) Pandangan
hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada negara tersebut.
3) Pandangan
hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
4) Ideologi
Sekumpulam ide,gagasan,keyakinan dan
kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Pedoman yang digunakan oleh seluruh
kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung
tinggi.
5) Cita-cita
Suatu impian dan harapan seorang akan
masa depannya bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidupnya maka
cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus
melangkah maju ke depan.
6) Kebijakan
Suatu upaya atau tindakan untuk mempengaruhi
sistem pencapaian tujuan yang diinginkaan upaya dan tindakan dimaksud bersifat
strategis yaitu berjangka panjang dan menyeluruh .
7) Usaha
atau Perjuangan. Usaha, upaya atau tindakan yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita.
8) Keyakinan
atau Kepercayaan
Merupakan salah satu aspek penting dalam
kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri
serta memiliki pengharapan yang realistis bahkan ketika harapan mereka tidak
berwujud mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya.
3.
Pengertian ideologi
Istilah ideologi
berasal dari kata 'idea' dalam bahasa
inggris yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita dan kata 'logi' yang dalam bahasa yunani ‘logos’ artinya ilmu atau pengetahuan.
Secara harfiah, pengertian ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan,
pengetahuan tentang ide-ide, science of
ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.
Dalam pengertian
sehari-hari "idea" yang berarti 'cita-cita'. Cita-cita yang dimaksud
adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga cita-cita yang
bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau paham. Ideologi
mencakup pengertian tentang ide-ide, pengertian dasar, gagasan dan cita-cita.
Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang luas, sebagai cara memandang segala
sesuatu. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekedar
pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga pembuat konsep
ini menjadi intisari politik.
Pengertian
ideologi menurut definisi para ahli yaitu sebagai berikut :
C.C. Rodee
Menyatakan bahwa pengertian ideologi
adalah sekumpulan yang secara logis berkaitan dan mengindentifikasikan
nilai-nilai yang memberi keabsahan bagi institusi dan pelakunya.
Ali Syariati
Menyatakan bahwa ideologi adalah sebagai
keyakinan-keyakinan dan gagasan-gagasan yang ditaati oleh suatu kelompok, suatu
kelas sosial, suatu bangsa atau suatu ras tertentu.
Dari hasil pendapat
para ahli mengenai pengertian ideologi, dapat disimpulkan bahwa pengertian
ideologi adalah kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, yang
menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.
4.
Macam-macam ideologi yang ada
·
Kapitalisme
Kapitalisme atau kapital
adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya
untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Negara yang menganut paham
kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
·
Fasisme
Fasisme merupakan sebuah
paham politik yang mengagungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham
ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Negara
yang menganut paham fasisme adalah Italia dan Jerman.
·
Sosialisme
Sosialisme atau
sosialis adalah paham yang bertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha
kolektif yang produktif dan membatasi milik perseorangan.Negara yang menganut
paham sosialisme adalah Kuba dan Venezuela.
·
Anarkisme
Anarkisme yaitu suatu
paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya
adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan.
Oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan
atau dihancurkan.
·
Marxisme
Ajaran ini dikemukakan
oleh Karl Marx (1818-1883) dan Frederich Engel (1820-1895). Dalam ajarannya,
mereka mengajarkan tentang dasar-dasar komunisme yang dikenal pada saat ini.
Dalam konsep ini, ajaran yang mendominasi adalah pemikiran tentang konsep
ekonomi dan materialisme.
·
Luxemburgisme
Luxemburgisme (juga
ditulis Luxembourgisme) adalah paham teori Marxis dan komunisme secara spesifik
revolusioner berdasarkan tulisan-tulisan dari Rosa Luxemburg, Menurut MK
Dziewanowski terjadi penyimpangan dari tradisional Leninisme, keterpengaruhan
dari Trotskyisme Bolshevik yang kemudian diadopsi oleh pengikutnya sendiri.
·
Nazisme
Nazisme, atau secara
resmi Nasional Sosialisme (Jerman: Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah
ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman,
Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah
kepemimpinan Adolf Hitler. Kata Nazi jadi merupakan singkatan Nasional
Sosialisme atau Nationalsozialismus di bahasa Jerman. Sampai hari ini
orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut sebagai
Neonazi (neo = "baru" dalam bahasa Yunani).
·
Islamisme
Islamisme adalah sebuah
paham yang pertama kali dicetuskan oleh Jamal-al-Din Afghani atau Sayyid
Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 - 1897), umumnya dikenal sebagai Sayyid
Jamal-Al-Din Al-Afghani, atau Al-Jamal Asadābādī-Din sebagai paham politik
alternatif dalam menyatukan negara-negara termasuk di daerah Mandat Britania
atas Palestina yang mempunyai akar budaya dan tradisi yang berbeda dengan
budaya dan tradisi Arab dalam tulisan di majalah al-'Urwat al-Wuthqa, kemudian
dikembangkan dan dikenal pula sebagai Pan Islamisme.
·
Komunitarianisme
Komunitarianisme
sebagai sebuah kelompok yang terkait, namun berbeda filsafatnya, mulai muncul
pada akhir abad ke-20, menentang aspek-aspek dari liberalisme, kapitalisme dan
sosialisme sementara menganjurkan fenomena seperti masyarakat sipil. Paham ini
mengalihkan pusat perhatian kepada komunitas dan masyarakat serta menjauhi
individu. Masalah prioritas, entah pada individu atau komunitas seringkali
dampaknya paling terasa dalam masalah-masalah etis yang paling mendesak,
seperti misalnya pemeliharaan kesehatan, aborsi, multikulturalisme, dan
hasutan.
·
Konservatisme
Konservatisme adalah
sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini
berasal dari kata dalam bahasa Latin, conservāre,
melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai
budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di
berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak
konservatif berusaha melestarikan status
quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman
yang lampau, the status quo ante.
·
Maoisme
Maoisme atau Pemikiran
Mao Zedong adalah varian dari Marxisme-Leninisme berasal dari ajaran-ajaran
pemimpin komunis Cina Mao Zedong (Wade-Giles Romanization: "Mao
Tse-tung").
Pemikiran Mao Zedong lebih disukai oleh
Partai Komunis Cina (PKT) dan istilah Maoisme tidak pernah dipergunakan dalam
terbitan-terbitan bahasa Inggrisnya kecuali dalam penggunaan peyoratif.
Demikian pula, kelompok-kelompok Maois di luar Cina biasanya menyebut diri
mereka Marxis-Leninis dan bukan Maois. Ini mencerminkan pandangan Mao bahwa ia
tidak mengubah, melainkan hanya mengembangkan Marxisme-Leninisme. Namun
demikian, beberapa kelompok Maois, percaya bahwa teori-teori Mao telah
memberikan tambahan berarti kepada dasar-dasar kanon Marxis, dan karena itu
menyebut diri mereka "Marxis-Leninis-Maois" (MLM) atau
"Maois" saja.
·
Stalinisme
Stalinisme adalah
sistem ideologi politik dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Joseph Stalin
yang memimpin Uni Soviet pada tahun 1929 sampai dengan 1953 berkaitan erat
dengan pemerintahan pengguna sistem ekstensif spionase, tanpa pengadilan, dan
politik penghapusan lawan-lawan politik melalui pembunuhan langsung atau melalui
pembuangan dan penggunaan propaganda untuk membangun kultus kepribadian berupa
diktator mutlak dengan menggunakan negara kepada masyarakat untuk
mempertahankan supermasi individual dengan kontrol politik melalui partainya
yaitu Partai Komunis.
5.
Pengertian cita-cita
Cita-cita adalah suatu
impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita
itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah
mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka
cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus
melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini
sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang
menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa
api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita
ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti
kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang
yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan
dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan
kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen
ilmu dan pasir potensi diri.
6.
Contoh-contoh cita-cita
Cita-cita bukan hanya
terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan
hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang
banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang
bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan
menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai
keridhaan Allah.
Cita-cita atau tujuan
hidup ini hanya bisa diraih jika kita memiliki motivasi yang kuat dalam diri
kita. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali kita menggapai apa yang kita
cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi
di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin kita tidak tahu pasti bagaimana cara
membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang
dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.
7.
Pengertian kebajikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakekatnya sarna dengan
perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan
etika. Manusia berbuat baik karena manusia mahluk bermoral.
Manusia adalah
seorang pribadi yang utuh yang terdiri
atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu
terpisah bila manusia meninggal.
Karena merupakan pribadi, manusia
mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai
diri sendiri, perasaan sendiri,
cita-cita sendiri dan sebagainya.
Justru karena itu, karena
mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu
kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai mahluk
pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi,
manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk
itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan
di dalam hati yang
mendesak seseorang untuk menentukan
baik buruknya suatu perbuatan. Jadi, suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab
itu, nilai suara hati amat besar dan penting
dalam hidup manusia. Suara hati selalu memilih yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik
bagi dirinya. Oleh
karena itu, kalau seseorang
berbuat sesuatu sesuai
dengan bisikan suara hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti
baik.
Jadi berbuat atau
bertindak menurut suara hati, maka
tindakan atau perbuatan itu adalah baik. Sebaliknya perbuatan
atau tindakan berlawanan dengan
suara hati kita, maka perbuatan atau tindakan itu buruk. Misalnya, suara hati
kita mengatakan “tolonglah orang yang menderita itu”, dan kita berbuat
menolongnya, maka kita membuat kebajikan.
Sebaliknya, apabila hati kita
berkata demikian,namun kita hanya
seolah-olah tak mendengarkan suara hati itu, maka munafiklah
kita.
Karena merupakan anggota
masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan
suara masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi-pribadi,
sehingga setiap suara masyarakat pada hakekatnya adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi dalam masyarakat itu. Suara hati masyarakat
pada dasarnya adalah baik. Misalnya,
warga disuatu daerah menghendaki kerja
bakti dengan mengadakan pembersihan saluran
air di kampung. Bila kita ikut beramai-ramai kerja bakti, berarti kita mengikuti suara hati masyarakat, tetapi bila kita tidak
mengikutinya berarti kita tidak mau mengikuti suara hati masyarakat.
Sesuatu yang
baik bagi masyarakat, berarti baik bagi kepentingan masyarakat. Tetapi
dapat saja terjadi, bahwa sesuatu yang
baik bagi kepentingan umum/masyarakat tidak baik bagi salah seorang atau
segelintir orang didalamnya atau sebaliknya. Dengan demikian, seseorang harus
tunduk kepada apa yang baik bagi masyarakat umum.
Sebagai mahluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati
Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan
agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi,untuk
mengukur perbuatan baik buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak
Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk
hukum Tuhan atau hukum
agama.
8.
Makna dari suatu kebajikan
Kebajikan itu adalah
perbuatan yang selaras dengan suara hati
kita, suara hati masyarakat dan hukum
Tuhan. Kebajikan berarti berkata
sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah
terhadap siapapun.
Baik-buruk kebajikan dan ketidakbijakan menimbulkan daya kreativitas bagi seniman. Banyak hasil
seni lahir dari imajinasi
kebajikan dan ketidakbajikan.
Namun ada pula kebajikan semua, yaitu
kejahatan yang berselubung kebajikan. kebajikan semu ini sangat berbahaya,
karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri
sendiri.
9.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah
laku seseorang
Faktor-faktor yang
menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal, yaitu :
1) Faktor
pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam
kandungan.
2) Faktor
Iingkungan (environment)
Lingkungan yang
membentuk seseorang merupakan
alam kedua yang
terjadinya setelah seorang anak
lahir. Lingkungan membentuk jiwa
seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalarn lingkungan keluarga orang tua maupun anak -anak yang lebih
tua merupakan panutan seseorang,
sehingga bila yang dianut sebagai
teladan berbuat yang baik, maka si anak
yang tengah membentuk diri
pribadinya akan baik juga. Dalarn lingkungan
sekolah yang menjadi
panutan utama adalah guru,
sementara itu ternan-ternan sekolah ikut
serta memberikan andilnya. Dalam lingkungan sekolah tokoh panutan seorang anak
sudah memiliki posisi
yang lebih luas dibandingkan dengan
dalarn keluarga. Pembentukan
pribadi dalarn sekolah terjadi pada
masa anak-anak atau masa sekolah. Lingkungan
ketiga adalah masyarakat,
yang menjadi panutan bagi
seseorang adalah tokoh masyarakat dengan
masa setelah anak-anak menjadi
dewasa atau duduk di perguruan
tinggi. Selain tokoh-tokoh dalarn
rumah tangga, sekolah
dan masyarakat yang merupakan person, kepribadian seorang anak juga memperoleh pengaruh dari benda-benda atau peralatan dalarn lingkungaan tersebut yang merupakan non person. Karena itu dalarn
pembentukan kepribadian pada umumnya
anak-anak kota lebih terampil dibandingkan dengan anak pedesaan, namun dalam hubungan
bermasyarakat lebih-lebih yang berjenjang anak-anak
dari daerah pedesaan lebih unggul.
3) Faktor
pengalaman yang khas yang pernah diperoleh. Baik pengalaman pahit yang
sifatnya negatif, maupun
pengalarnan manis yang sifatnya positif. Memberikan pada manusia suatu
bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang
mengarnbil tindakan. Belajar hidup dari pengalarnan inilah yang
merupakan pembentukan budaya dalarn diri seseorang.
10.
Pengertian usaha atau perjuangan
Usaha atau perjuangan
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras
untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan.
Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha atau perjuangan,
manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya,
ia harus kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia harus
rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik. Kerja keras itu
dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani, atau
dengan kedua-duanya. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan.
Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia
satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan.
11.
Pengertian kepercayaan dan keyakinan
Keyakinan adalah suatu
sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan
bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap,
maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah
jaminan kebenaran. jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan
kesalahan akan sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam
kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama.
Kepercayaan adalah
suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premisi benar.
jika kita yakin dalam satu hal maka kepercayaan akan muncul, keyakinan dan
kepercayaan sangat berdampingan dalam hidup. Contoh : pada saat kesulitan
menghampiri maka sangat di perlukan sikap keyakinan dan kepercayaan agar
kesulitan yang di alami dapat di lewatkan. keyakinan dan kepercayaan sangat
fital dalam hidup. Jadi tidak ada salahnya kita gunakan keyakinan kita dengan
penuh percaya, mudah-mudahan bisa membantu dalam hidup.
12.
Aliran-aliran dalam filsafat
1) Rasionalisme,
merupakan aliran filsafat yang sangat mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat
ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa
menghiraukan realitas di luar rasio.
2) Empirisme,
aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga
pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
3) Kritisisme,
merupakan aliran filsafat yang menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai
sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda corak
dengan rasionalisme yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak.
4) Idealisme,
adalah aliran filsafat yang menganggap bahwa realitas ini terdiri dari ide-ide,
pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan
kekuatan.
5) Positivisme.
Positivisme berasal dari kata “positif”, yang artinya dengan faktual, yaitu apa
yang berdasarkan fakta-fakta, menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang
terdapat antara fakta-fakta. Pengetahuan tidak boleh melebihi fakta. Positivisme
hanya, mengandalkan fakta-fakta belaka bukan berdasarkan pengalaman, seperti
empirisme.
6) Naturalisme,
merupakan paham yang berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci
dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah.
Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian
kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya.
7) Materialisme,
merupakan aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau
nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. Faham materialisme ini tidak
memerlukan dalil-dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas
berpegang pada kenyataan-kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti.
8) Intusionalisme,
adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi (naluri/perasaan)
adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Intuisi termasuk salah satu kegiatan
berfikir yang tidak didasarkan pada penalaran dan tidak bercampur aduk dengan
perasaan.
9) Fenomenalisme,
adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah
sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala,
berbeda dengan seorang ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari
korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Fenomenalisme
bergerak di bidang yang pasti.
10) Sekularisme,
merupakan suatu proses pembebasan manusia dalam berpikirnya dan dalam berbagai
aspek kebudayaan dari segala yang bersifat keagamaan dan metafisika, sehingga
bersifat duniawi belaka. Sekularisme bertujuan memberi interpretasi atau
pengertian terhadap kehidupan manusia tanpa percaya kepada Tuhan, kitab suci
dan hari kemudian.
11)
Langkah-langkah pandangan hidup yang baik
·
Mengenal
Mengenal merupakan
suatu kodrat bagi manusia , yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas
hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Pandangan hidup
itu ada sejak manusia ada, dan bahkan sebelum manusia itu turun ke dunia. Kita
sebagai mahluk yang bernegara dan beragama pasti mempunyai pandangan hidup juga
dalam beragama.
·
Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan
hidup yang baik adalah mengerti yang dimaksudkan mengerti pada pandangan hidup.
Bila dalam bernegara kita berpandangan hidup Pancasila, maka kita harus
mengerti apa itu Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
·
Menghayati
Langkah selanjutnya
adalah menghayati .Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran
yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Menghayati
disini diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu
dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu
sendiri. Yang perlu diingat dalah langkah mengerti dan menghayati pandangan
hidup itu, yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu
sendiri. Dalam sikap penerimaan pandangan hidup ini ada dua alternatif yaitu
penerimaan secara ikhlas dan penerimaan secara tidak ikhlas.
·
Meyakini
Setelah mengetahui
kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi
kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akhirat, maka hendaknya kita
meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Dengan meyakini berarti
secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya
sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman
kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi
oleh padandangan hidup yang diyakininya.
·
Mengabdi
Pengabdian merupakan
suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah
dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan
mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.
·
Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan
langkah terakhir. Langkah terakhir ini merupakan langkah tererat dan
benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi
tegaknya pandangan hidup itu.
Referensi

Social Plugin