Manusia
dan Cinta Kasih 1
1)
Pengertian cinta kasih
Menurut
kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa
sangat kuat, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya. Menurut Dr. Abdullah
Nasih Ulwan, dalam bukunya Manajemen Cinta, cinta adalah perasaan jiwa dan
gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh
gairah, lembut, dan kasih sayang.
Kasih
mempunyai sejuta makna yang berbeda bagi tiap orang Secara umum kasih berarti
menyayangi dengan setulus hati. Kasih tidak mewajibkan kita untuk selalu
mengalah. Kasih akan menyatukan satu orang, dua orang, atau bahkan sejuta orang
dalam ruang lingkup kedamaian. Makna dari kasih itu adalah diciptakan untuk
membuat kita saling mengasihi karena dengan kasih kita akan selalu berbuat yang
terbaik, baik itu hubungan antara kita dengan Tuhan, manusia, alam dan makhluk
hidup lainnya di dunia ini.
Dengan
demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka serta menyayangi
kepada seseorang dengan setulus hati. Terdapat perbedaan antara cinta dan
kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan
kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang
dicintai. Cinta sama sekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu
adalah sebagai berikut :
a) Cinta
bersifat manusiawi.
b) Cinta
bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
c) Cinta
menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
2)
Unsur-unsur cinta
Cinta juga selalu menyatakan unsur
- unsur dasar tertentu yaitu :
a) Pengasuhan,
contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
b) Tanggung
jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas suka rela.
c) Perhatian,
merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain
agar mau membuka dirinya.
d) Pengenalan,
merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
3)
3 unsur dalam segitiga cinta
Menurut Dr. Salito W. Sarwono dalam
artikel yang berjudul Segitiga Cinta , dikatakan bahwa cinta yang ideal
memiliki 3 unsur, yaitu :
a) Keterikatan,
adalah perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya
untuk dia.
b) Keintiman,
yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa
tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal diganti dengan sekedar nama
panggilan.
c) Kemesraan,
yaitu rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan-ucapan yang menyatakan
sayang, dan sebagainya.
4)
Tingkatan cinta
Cinta memiliki 3 tingkatan, yaitu :
a) Cinta
tingkat tertinggi adalah cinta kepada Tuhan.
b) Cinta
tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau
suami, dan kerabat.
c) Cinta
tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat,
harta, dan tempat tinggal.
5)
Cinta menurut ajaran agama
Cinta Menurut Agama Islam
Menurut Al-Qur'an cinta terbagi
menjadi 8 jenis, yaitu :
·
Cinta Mawaddah
Yaitu
cinta yang menggebu-gebu dan membara.
Orang yang memiliki cinta jenis ini inginnya selalu berdua dan tak ingin
berpisah. Selalu ingin memuaskan dahaga cintanya bahkan hampir tidak bisa
berfikir yang lain.
·
Cinta Rahmah
Yaitu
cinta yang penuh akan kasih sayang, pengorbanan dan perlindungan. Orang yang
memiliki cinta ini akan lebih memikirkan orang yang dicintainya daripada
dirinya sendiri. Dipikirannya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih
meskipun ia harus menderita.
·
Cinta Mail
Yaitu
cinta yang sementara sangat membara. Dan sangat menyedot perhatian tanpa
memperhatikan hal-hal penting lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut juga dalam
konteks poligami. Karna ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda akan
cenderung mengabaikan yang lama.
·
Cinta Syaghaf
Yaitu
cinta alami yang sangat mendalam dan sangat memabukkan. Orang yang terkena
cinta ini akan seperti orang gila, lupa diri bahkan tidak menyadari apa yang
dilakukannya.
·
Cinta Ra'fah
Yaitu rasa kasih sayang yang melebihi
norma kebenaran. Misalnya : karena rasa kasih sayang dan kasihan yang
berlebihan melihat anaknya tidur terlelap seorang bapak tidak tega dan tidak jadi
membangunkan anaknya untuk sholat.
·
Cinta Shobwah
Yaitu cinta buta, cinta ini akan
mendorong perilaku menyimpang dan tidak akan bisa mengelak.
·
Cinta Syauq (Rindu)
Yaitu pengembaraan hati kepada kekasih
dan kobaran cinta didalam hati sang pecinta.
·
Cinta Kulfah
Yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran
akan hal-hal positif meski itu sulit.\
6)
Bentuk-bentuk cinta
Triangular
Theory of Love
Di
dalam teori ini, cinta digambarkan memiliki tiga komponen yang berbeda, yaitu :
keintiman (intimacy), gairah atau nafsu
(passion), dan komitmen (commitment). Teori ini dikemukakan oleh
Robert Sternberg – seorang ahli psikologi. Berbagai gradasi maupun jenis cinta
timbul karena perbedaan kombinasi di antara ketiga komponen tersebut. Berdasarkan
“Triangular Theory of Love”
disebutkan beberapa bentuk-bentuk cinta, yaitu :
1) Menyukai
atau pertemanan karib (friendship),
yang cuma memiliki elemen intimacy.
Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan
dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah atau nafsu yang menggebu atau
komitmen jangka panjang.
2) Tergila-gila
(infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang
menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
3) Cinta
hampa (empty love), dengan elemen
tunggal commitment di dalamnya.
Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy
dan passion. Cinta jenis ini banyak
dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan
yang telah diatur.
4) Cinta
romantis (romantic love). Cinta jenis
ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat melalui dorongan passion.
5) Cinta
persahabatan sejati (companionate love).
Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment.
Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.
6) Cinta
semu (fatuous love), bercirikan
adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak
(digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment
terjadi terutama karena dilandasi oleh passion,
tanpa adanya pengaruh intimacy
sebagai penyeimbang.
7) Cinta
sempurna (consummate love), adalah
bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis
hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi
hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara
dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya.
Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam
tindakan. “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata
Sternberg.
8) Non
Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur
tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa
suka.
7)
Kasih sayang
Rasa kasih
sayang adalah rasa yang timbul dalam diri hati
yang tulus untuk mencintai, menyayangi, serta memberikan kebahagian kepada
orang lain , atau siapapun yang dicintainya. Kasih sayang diungkapkan bukan
hanya kepada kekasih tetapi kasih kepada Allah, orang tua, keluarga, teman,
serta makhluk lain yang hidup di bumi ini.
Dalam makna lain kasih sayang adalah rasa yang didamba setiap
insan di dunia, kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, sebaliknya kasih
sayang seorang anak kepada orang tuanya. Kasih sayang akan muncul ketika ada
perasaan simpatik dan iba dari dalam diri kepada yang dikasihi, namun
kemunculan kasih sayang sangat alamiah dan tidak bisa dibuat-buat atau
direkayasa. Setiap insan ingin dirinya disayangi, maka sayangilah orang lain
juga karena dengan merasakan sayang itu setiap insan dapat merasakan kebahagiaan
yang hakiki. Apabila sifat sayang mulai luntur, kebenciannya lebih besar maka
akan menjanjikan kehancuran kepada sesuatu bangsa atau masyarakat.
Sering kali kita mendengar orang berkata bahwa " kasih sayang
itu tidak pernah menuntut dan akan menerima apa adanya." Ya memang benar
begitulah, bahwa kasih sayang itu bisa menerima apa adanya. Tapi nilai seperti
itu harus kita letakkan pada tempatnya, yaitu dalam batin kita sebagai dasar utamanya
. Begitu juga dengan palajaran dalam kehhidupan ini, kita ambil hikmahya
saja untuk menyayangi kehidupan yang kita miliki ini.
8)
Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata mesra yang berarti sangatlah erat (karib). Mesra juga dapat
diartikan sebagai suatu proses hubungan yang erat. Secara istilah, kemesraan
dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita memiliki hubungan yang sangat
erat kepada seseorang, dan kita merasa sangat nyaman bila di dekatnya.
9)
Pemujaan
Pemujaan
adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi. Pemujaan
dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur, memuja pada
agama tertentu dan kepercayan yang ada. Seperti pemujaan pada leluhur adalah
suatu kepercayaan bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki
kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam
beberapa budaya timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan
leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup,
dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur.
Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai
kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta
keberlangsungan garis keturunan keluarga.
10)
Belas kasihan
Cinta
sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada
orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Perbuatan atau sifat menaruh belas
kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas
kasihan. Masalahnya sanggupkah dia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila
orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah
SWT.
Dalam
esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuaan tanpa syarat. Itu
berarti, dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan
yang kita tumpahkan benar-benar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan
uang pada pengemis agar mendapatkan pujian,itu berarti tidak ikhlas, berarti
ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam masyarakat.
Cara-cara
menumpahkan belas kasihan
Dalam
kehidupam banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita
menumpahkan belas kasihan.yang perlu kita kasihani antara lain : Yatim piatu,
orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar
tidak mampu bekerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat kita
yang hidup menderita dan sebagainya. Orang –orang itu umumnya menderita lahir
dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan. Berbagai macam
cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada
yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian,
makanan dan sebagainya.
11)
Cinta kasih erotis
Cinta kasih kesaudaraan
merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding. Berlawanan
dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu
kehausan akan penyatuan yang sempurna. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut
bersifat ekslusif bukan uiversal. Pertama - tama cinta kasih erotis kerap kali
dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Tetapi
seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan
yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Untuk mereka
intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual.
Keinginan seksual menuju
kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali merupakan nafsu fisis belaka, untuk
meredakan ketegangan yang menyakitkan. Keinginan seksual dapat dicampuri oleh
tiap-tiap perasaan yag mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan satu
diantaranya. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara
seksual. Daya tarik seksual untuk sementara waktu menimbulkan khayalan
penyatuan.
Dalam cinta kasih erotis
terdapat ekslusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan
cinta kasih keibuan. Sering kita jumpai sepasang orang-orang yang sedang saling
mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainnya. Cinta
kasih mereka sebenarnya merupakan egoisme dua orang , mereka adalah dua orang
yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kasih
terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan
dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam arti cinta
kasih yang mendalam.
Cinta kasih erotis
apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa
seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam
dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan
tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memiliki jodohnya sendiri.
Dalam kebudayaan barat atau zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat
diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa faktor yang penting
di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan demikian maka,
baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka
maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan
kemauan. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat
diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa
hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan
Referensi

Social Plugin